Been Crying Since the Day
Friday, October 28th, 2005"Well I wonder. Could it be ? When I was dreaming ’bout you baby, you were dreaming of me ?"
Kata-kata pertama dari lagunya M2M itu bener-bener ngena sama saya. Lagunya ga terlalu istimewa, penyanyinya juga ga terlalu spesial, biasa aja. Tapi liriknya itu, nonjokk berat !! Seperti diinspirasi dari isi hati saya belakangan ini. Memang paling menyakitkan, di saat kita memikirkan seseorang, kita nggak tau apakah orang itu memikirkan kita juga, apa engga. Sakit sekali. Saya menangis hebat karenanya.
Ada seseorang yang senantiasa ada di dalam kepala saya, di dalam hati saya. Tamu tak diundang. Yap, karena saya tidak pernah merasa mengundangnya. Tapi dia ada, mengganggu segala sistem di otak saya, sehingga saya tak lagi dapat berpikir jernih. Mengganggu fungsi otak saya sehingga saya jadi tak becus bekerja. Yang jelas, dia memompa produksi air mata saya secara berlebihan.
Pernah mengalami ketika berenang dan telinga kita kemasukan air ? Lalu kita memukul2 kepala dan memiringkan kepala kita supaya air itu keluar dari telinga kita ? (karena memang bukan tempatnya disitu). Sumpah, itu yang ingin saya lakukan. Dengan bodohnya, berkali-kali saya lakukan itu. Ke kiri. Ke kanan. Saya berusaha mengusir si tamu tak diundang. Berhasil ? Nggak.
Not knowing what else to do, akhirnya, saya memberanikan diri bertemu dengan si tamu tak diundang. Perbuatan nekad. Karena sebetulnya, setiap saya berhubungan dengannya, kemudian saya menjadi semakin lemah dan sosoknya semakin memenuhi rongga pikiran dan hati saya sehingga saya tak punya rongga tersisa untuk hal lain. Tapi saya tak tau lagi harus bagaimana. Ini menyiksa. Jelas. Untuk pertama kalinya selama 27 tahun saya menjadi penghuni bumi, saya merasakan sakit seperti ini. Sakit karena cinta ? Norak, tapi, mungkin memang iya.
Si dia, masih mempesona seperti dulu. Membuat aliran darah saya terasa mengalir lebih cepat. Yang akhirnya membuat jantung saya berdetak lebih cepat pula. Saya ingin memeluknya. Ingin merengkuhnya kembali. Saya ingin dia jadi milik saya seperti dulu. Untung nalar sadar saya masih tinggi. Nggak bisa begitu aja.
Kita ngobrol kesana kemari. His life, my life. Dikupas tuntas. Though I dont really like having a life right now. Not without him. Meninggalkan dia di belakang, seperti meninggalkan part of me. Sudah begitu lama dia jadi bagian hidup saya. Menjadi orang yang paling dekat dengan saya. Menjadi orang yang bisa membuat saya merasa begitu bahagia, tapi juga satu-satunya orang yang bisa membuat saya terperangkap dalam situasi ini. yah, saya kehilangan arah. Kehilangan tujuan. Kehilangan dia.
Akhirnya, lagu M2M yang sempat saya senandungkan di atas, terjawab sudah. Dan jawabannya membuat saya lega. Tentu tak perlu saya ungkap disini, you guys know know the answer
Saya harus menerima, kalau ‘chemistry’ dalam relationship nggak cukup sebagai bekal untuk ‘grow old together’. Tapi saya sakit hati. Kalau memang kami begitu saling mencintai, lalu kenapa nggak dikasih jalan untuk bisa bersama terus ? We see some couples who dont really seem happy, but they get married, had children, and why it can’t happen to us ?
Ah, but who I am judging other people life ?
Lembaran kisah bersama dia, sudah saya tutup. Meskipun masih saya sediakan celah, untuk saya intip suatu waktu, hanya untuk mereguk sedikit kenikmatan dengan mengenangnya. Walaupun kenikmatan yang hanya sekejap itu senantiasa meninggalkan kepedihan yang kadang tak tertahankan.
We’re not happy being apart. He’s not happy, me neither. But we both have a life to go through. Deep down inside my heart, I know he’s always there. Suatu saat nanti, mungkin ada kalanya dia tak lagi memenuhi rongga hati dan pikiran saya, tapi satu hal yang saya tau pasti, bahwa dia akan selalu jadi penghuni tetap disitu.
dan saya akan tetap bersenandung bersama M2M ;
Call me crazy, call me blind. Tears still sufferin’, stupid, after all of these times.
Did I loose my love for someone better ? ……………………………………….
Well hey, so much I need to say. Been lonely since the day, the day you went away.
So sad but true, for me there’s only you. Been crying since the day. The day you went away.
So why did we let go something special ? Something we’ll never have again.
I know, I guess I really-really know.
Why do we never know what we got till its gone ? How could I carry on ?
Cause I’ve been missing you so much, I have to say, been crying since the day you went away….
