Archive for November, 2005

Hey, Who Are You ??

Tuesday, November 29th, 2005

Bangun pagi hari ini, saya bercermin. Sambil memandang tampang saya yang super acak-acakan, wajah berminyak, dan mata semi petet (sisa menangis semalam), sebuah pertanyaan konyol (tapi penting) melintas di benak saya. "Hey, who are you ??"

Pertanyaan itu muncul bukan karena biasanya saya merasa cantik dan pagi ini saya berasa jelek. Bukan. Bukan masalah penampilan. Bukan masalah fisik. Bukan masalah visual. Tapi masalah semangat. Kemana semangat saya yang dulu ya ? Belakangan ini saya berasa down melulu. Masalahnya, bolak-balik karena cinta. I hate myself being like this. Tadinya, saya berpikir ini wajar. Maklum, baru putus cinta…… Lama-lama saya cape, saya letih.

Saya rindu senyuman di wajah saya. Saya rindu ketawa lepas…. Saya rindu acting sebodo amat biar masalah segunung juga…. Saya rindu wajah ceria saya setiap pagi saat tiba di kantor (bukannya wajah ‘terpaksa’ ceria, dengan mata sembap). Gosh, I miss ME !!

Bodohnya, bukan saya yang menyadari ini duluan. My friends did. Walopun udah lama ga pada ketemu, tapi teman-teman saya itu menyadari, something wrong is happening to me.

Mengutip sebuah sms yang tiba di handphone saya di suatu siang, baru-baru ini :

 

"Hey, mana shasya yang aku kenal ?? Emang ga gampang, but u can make it                  Baby…."

Dikirim oleh seorang sahabat, dan berhasil menohok hati saya begitu dalam…. And what a coincidence, saat saya menulis ini, MP3 di telinga saya lagi mengalunkan lagu ciptaannya. Mendadak, saya rindu dia setengah mati.

Membuka inbox message di friendster, ada sebuah pesan baru berjudul "WOW", datang dari seorang teman yang udah lamaaaaaaa banget ga ketemu (Where’ve you been, lil bro ??). Tadinya, saya pikir isi message nya adalah pujian, compliment. Gimana nggak, judulnya aja "WOW" kok. Ternyata saya salah duga. Ini kutipannya :

    "Ternyata ada juga sisi seperti itu dari dirimu wahai kakakku…
seinget gua Shasya sempai gua yang dulu tampak seperti smart easy going girl…"

Lihatlah apa yang dia tulis untuk menyemangati saya :

 

"GAMBAROO Ci Shasya BANZAIII!!!"

Lalu dia menambahkan :

    "Ikitoshi ikeru subete no mono e shiawase wo"
    (May happiness be unto all creatures)


Oh, I wish happiness could be mine again……..

Belum lagi seorang teman baru yang ngotot-ngototan, bilang kalo saya ini tergolong makhluk melankolis. Saya menyangkal dong, cause I know I’m a trully Sanguinist. Eh, dia ngotot. Saat ini saya baru sadar, dia menangkap sebuah gambaran jiwa, yang memang bukan saya !

Ada lagi, seorang teman perempuan (sebetulnya dia teman si mantan, yang akhirnya jadi teman saya juga). Di ujung sms nya, dia selalu tambahkan, "chayo, Shasya, chayo !!". Cukup membuat saya malu, karena dibanding masalah yang saya alami sekarang, dia pernah punya masalah yang lebih besar lagih.

Saya juga kasian sama mama saya (yang gokil itu - udah baca ??), yang setiap pagi dan sore sehabis jam kantor, menelepon hp saya cuma untuk tanya :

"Tata nggak apa-apa ? Tata baik-baik aja ?".
Mom, soon I’m gonna say, "I’m totally OK, dont worry about me".

Ada juga seorang teman lama yang sudah beberapa malam, menelepon saya, untuk menceritakan cerita-cerita lucu, dan mengakhiri sesi telepon itu dengan berdoa buat saya. Saat saya tertawa, dia selalu bilang "Sha, gw seneng kalo bisa bikin lu ketawa, and that’s what I always wanna do"
——–> kalo udah memutuskan untuk buka internet lagi, and u read this, my dear friend, I wanna say thanks a lot for what you did. Thanks for the time u take to pray with me. Thanks for the words you read for me last night, really strengthen.

Lala, my soulmate, bilang ;
    "4 taun yang lalu, gw kayak lu sekarang. Gw bisa ngelewatin itu semua, Ta. Kalo gw bisa, lu juga bisa, inget ?? We’re soulmate. What happened to me, will happen to you too"

Saya jadi inget waktu diwisuda, Lala memeluk saya dan bilang :

"Taun depan, lu yang nemenin gw diwisuda ya, apa yang terjadi sama lu, pasti bakal terjadi sama gw".

The thing is, I have to get over this. Over these mournfull days.

Besok pagi waktu bangun, saya akan bercermin, dan bilang :

"Welcome back, Shasya. It’s good to have you back"

Namanya Juga Perempuan

Sunday, November 27th, 2005

Sometimes gw iri sama yang namanya cowok. Dimana isi kepala mereka ga cuma dipenuhi sama feeling, feeling, dan feeling. Gw iri sama logika yang selalu mereka sanjung-sanjung itu.

Kenapa ya ? Kenapa makhluk yang namanya cowok itu kok bisa (lebih) bisa berpikir jernih dalam segala sesuatu ? Mengambil keputusan dengan tenang, berdasarkan fakta, berdasarkan realita. Sedangkan gw ? Feeling lagi, feeling lagi. Kok gw jadi cewek yang (katanya) smart, tapi selalu bodoh dalam urusan cinta.

Sekali waktu, gw ngobrol sama seorang temen. Sambil makan tentunya. Begitu gw duduk di kursi tempat makan waktu itu, gw langsung sigh,
"Duh Rin, gw jadi inget sama si *nit* (-sensor-), dulu kita suka makan disini. Iya, di meja yang ini. Aduh, dia lagi apa ya, sekarang".
"Sementara, dia mah belum tentu inget lu kalo dia duduk disitu lagi" Si Rini menyahut dengan kejamnya.
"Masa sih Rin ? We have so much great memories lho, dia yang bilang"
"Iya sih. Tapi yang namanya cowok, dia ga akan inget2 sama siapa dia pernah kesini, apa yang dilakukan disini. Dia cuma ingetnya, kesini mau makan. That’s all"
"Masa sih ?" Ga percaya dong gw… Apa hati kalian terbuat dari batu wahai para cowok cowok ??
"Contoh lain ya, misalnya lu kasih barang sama mantan lu itu, let’s say, sendal misalnya. Ya dia bakal inget, lu yang beliin tu’ sendal. Tapi ga akan dia terkenang2 terus. Setiap liat sendal, inget lu. Yah, kecuali muka lu kayak si sendal". —-> Nyebelin banget kan ni’ temen ?
"Wah, gw sih kalo dikasih barang sama dia, bakal gw inget2 terus. Baju udah kekecilan juga gw taro…. terus. Baju udah out of fashion pun teteup dikoleksi"
"Yah, namanya juga perempuan, Ta. Gw juga gitu kok" Kata si Rini sambil menyeruput Teh Botol kesukaannya.
"Iya ? Lu yang nampak tegar ini begitu juga ?"
"Yah, gw juga kan perempuan…….."

Ngopi-ngopi sore kita waktu itu akhirnya dilewatkan dengan sama-sama merenung. Kok sebel jadi perempuan (kadang-kadang). Sebel ah, kalo selalu sengsara karena cinta & perasaan.

Ada yang Ngajak Kawin !!

Thursday, November 24th, 2005

Ada yang mengajak saya menikah !! Aduh….. diantara kegalauan ‘harus bangkit dari keterpurukan’ dan keinginan untuk segera settle down, have a new life, having babies, and so on and so on, seseorang meminta saya untuk menjadi istrinya !

Sumpah, saya bingung sekali waktu itu. Sebagian dari diri saya ingin menolak (iyalah, sebelah kaki saya rasanya masih menjejakkan diri di dalam jalinan cerita dengan si mantan, yang sudah lewat itu). Tapi sebagian dari diri saya yang lain seakan berteriak-teriak, meronta-ronta seolah minta dilepaskan dari si love pain yang kian lama kian menyiksa. Sebagian diri saya bilang ini ‘gila’ - mengingat saya belum menjalin apa-apa dengan si pelamar. Sebagian diri saya bilang ini destiny. Lagipula, dengan menerima lamarannya, I can totally have a new life, new adventure, and I can start learning to love someone else. Harapan saya, dengan ini saya bisa melupakan semua yang telah terjadi di belakang, dimana tidak tersisa harapan secuil pun, kecuali kenangan.

Waktu itu, saya memutuskan untuk ‘mengikuti arus’. ‘Blowing where the wind blows’ juga. Saya putuskan untuk tidak antipati dulu terhadap ajakan menikahnya yang begitu mengejutkan, sebelum saya menemukan sesuatu yang mungkin akan memberi ‘clue’ untuk menentukan apa yang seharusnya saya lakukan. Dia mengajak saya ke rumahnya, menemui keluarganya. What a nice - warm family. Mereka menyambut saya dengan senyum. Dalam pertemuan pertama, kami sudah akrab satu sama lain. Jujur, saya sempat berpikir, is this it ? is this a clue for me to say yes ??

Dengannya saya merasa dibutuhkan. Merasa disayangi. Merasa dicintai. Memang bukan sesuatu yang baru, saya pernah merasakan itu semua sebelumnya. Bukan tidak pernah saya dicintai begitu dalam. Tapi ada sesuatu yang baru saya temui disini, diantara kami berdua. I dont love him. Saya tidak merasakan adanya cinta 2 arah antara kami berdua. Sedikit pun. It’s not that he’s not nice, not kind. But somehow, I dont feel the ‘chemistry’, ot the ‘butterfly’. Bertahun-tahun yang lalu, saya sempat got a crush on him. Makanya saya bingung setengah mati ketika saya tidak menemukan seekor ‘kupu-kupu’ pun dengannya.

Dalam situasi seperti itu, a friend is exactly what you need. So I came a good friend of mine,

"Ada yang ngajak kawin nih".
"Bagus dong. Hebat lu ya, baru putus udah ada yang nyamber".
"Masalahnya, gw nggak ngerasa kesamber tuh".
"Nggak ngerasa kesamber gimana maksud lu ?". Si teman saya mengerutkan keningnya.
"Gw nggak ngrasa ‘lightning’ sama dia".
"Aduh, udah nambah lagi kosa kata cinta nya nih. Terus ? Gimana ?".
"Ya itu gw bingung". Saya tertunduk menatapi ubin rumahnya.
"Sekarang gw tanya, dia baik nggak ?".
"Baik banget"
"Dia punya kerjaan nggak ? Udah mapan belum ?".
"Kayaknya sih udah, masa mau gw tanya langsung ?".
"Itu kan faktor penting, Say. Gapapa kalo lu nanya juga. Trus, keluarganya gimana ?".
"Baik banget. Sama gw welcome".
"Menurut lu, dia sayang lu nggak ?".
"Iya sih……" Tanpa sadar, suara saya melemah dan nada suara menurun.
"Terus apalagi dong yang lu tunggu ? Buruan kawin sana ! Cepet-cepet punya anak, supaya anak gw bisa dijodoin sama anak lu ntar, seru kan ?".
"Taelah, timbang jodoin anak yang belum ada, mending jodoin gw kali ?".
"Lu kan nggak usah dijodoin, wong ada yang ngajak kawin aja bingung".
"……………………" Saya diam beribu bahasa. "Gw ga cinta sama dia. Gw ga nemu ‘chemistry’, ‘butterfly’, ‘lightning’, or what ever."
"Hari gini mikirin begituan. Ga kawin-kawin lu entar".

Diam lagi deh. Speechless. Sebelum kata-kata di benak saya mencapai udara, si teman baik saya itu nyerocos :

"Kapan lagi lu nemu orang sebaik itu Say ? Ngajak kawin lagi. Masih mau bolak balik putus cinta lu ? Udah bukan waktunya tau !".
"Tapi gw……."".
"Apa lagi ? Ga ada chemistry? Ga ada belalang, eh kupu-kupu ?, Apa ??" Duh, dia nyolot banget.

Saya mau jawab iya, tapi takut dia tambah nyolot lagi.

"Gw kasih tau ya, buat kita perempuan, yang penting dicintai. Mencintai mah urusan belakangan"

Saya kaget juga denger kata-katanya.

Si teman melanjutkan teorinya :
"Gw ga asal ngomong. Gw udah tau rasanya ada di posisi ‘to love’, tanpa ngrasain ‘to be loved’ ".
"Emang harus dipilih ya ? Nggak mungkin bisa keduanya kita rasain ?".
"Ya bisalah, itu mah idealnya. Tapi secara keadaan ideal juga nggak nampak kunjung datang ? Mau sendirian seumur hidup ?".
"Ya enggak dong". Tiba-tiba saya merasakan getaran menolak dalam suara saya. Saya nggak mau sendirian terus menerus !
"Gosh !! lu masih berharap sama si *nit* (-sensor-) ya ?".
"Berharap sih enggak. Belum bisa lupa, iya".
"Nah lu ngrasain kan ? Ada di posisi to love ?".
"Kan bukan cuma gw yang mencintai dia. Dia juga mencintai saya kok".
"Terus, kemana dong dia sekarang ?? Hayo !!" Teman saya yang cantik ini melipat tangannya di dada, sambil menatap saya tajam.
"Yah kan nggak semudah itu. Everything went very complicated for us".
"Mau sampe kapan dear ? Mau sampe kapan lu kayak begitu ?".

Saya diam tak bersuara (lagi). Kali ini saya bahkan menitikkan air mata.

Melihat saya menangis, si teman pun nampaknya jatuh kasihan. Sambil memeluk saya, dia bilang,

"Kita ini perempuan Sha. Wajib buat kita mencari lelaki yang mau mencintai kita, dan itu nggak gampang. Lu liat gw dong. Gw bertahan sama suami gw, karena gw cinta mati sama dia. Gw ga bisa hidup tanpa dia. Demi itu, gw rela diperlakukan kayak gini. Gw rela asal dia nggak ninggalin gw. Ga enak hidup kayak gini. Lu sobat gw, dan gw ga mau hal begini kejadian juga sama lu".

Saya termenung.

Jujur, saya juga ga mau mengalami kayak sobat saya itu. Tapi saya juga ga setuju dengan konsep memilih antara ‘love’ or ‘to be loved’. Saya masih mendambakan sebuah hubungan ideal dimana I love my partner, and he loves me back equally.

Saya ingin sekali melupakan kisah yang sudah lewat. Sempat saya berharap, untuk bisa melupakannya dengan menjalin sesuatu dengan orang lain. Sempat pula saya berharap bahwa ide pernikahan (yang sempat menari-nari iseng di dalam benak saya itu) akan membantu saya untuk melupakan ini semua.

But I get something from this :

Love is not a bandage to cover a wound
———> Cinta, bukan kayak perban yang bisa menutupi luka sebelumnya.

Dan saya masih akan terus berharap akan sebuah hubungan dimana saya bisa merasakan ‘love’ and ‘to be loved’. Like one said, there is such thing as perfect, it’s out there. You just have to find it.

Yeah, I will find it someday….. Hope so.

Enjoy ? Enjoy ??

Monday, November 21st, 2005

Malam minggu. Udah malam banget. Tiba-tiba handphone saya bergetar, ada sms masuk. SMS dari seorang sahabat. Seorang sahabat yang (ternyata) pernah juga jadi korban patah hati seperti saya, dan sampai detik hari ini masih belum bisa menemukan ‘next destination’.

"Gw punya comment soal blog lu" katanya

"Apa tuh ?" saya penasaran

"Wah, ga bisa disini, kita ketemu aja ya"

"Boleh deh, udah lama nggak kongkow ya" jawab saya

Jujur, saya penasaran, karena selama ini, dia ‘hanya’ menanggapi curhat saya dengan anggukan-anggukan bijaksana (which I need, coz sometimes I just need a friend to listen).

Akhirnya, di suatu minggu siang, saya ketemu sama sahabat saya itu. Penasaran, saya tanya langsung,

"So ? What do u wanna say about my blog ?"

"OK, first, I like your blog. I can trully feel your up-and-down emotion there"

"Yeah, I did write that with emotion"

"One coclusion"

"Apa tuh ?"

"Kayaknya kok lu enjoy banget being single" dia bilang

ENJOY ?? Sementara saya setengah berdarah-darah gini, berani-beraninya dia bilang saya enjoy ??

"Gw tau lu sedih. Gw tau lu down, I can feel that. But, somehow, you deal with the stress itu. Gw tau lu ngalamin Quarter Life Crisis, many women do, u’re just one of them, tapi toh lu ga tenggelam dalam kesedihan elu, dalam keterperosokan lu"

Saya : hilang kata-kata ….. speechless….

"Tapi lu bisa enjoy sama stress lu sendiri. Gw tau lu stress, lu tertekan. Tapi gw lihat, lu bisa ngatasi si stress itu dengan senyum, dengan ketawa. Yah, sometimes gw juga liat lu lagi down, lagi bete. Tapi most of all the times, u seem to enjoy your life"

Saya : hilang kata-kata (lagi) ….. speechless (lagi)…..

"Lu berhasil ‘menikmati’ stress yang ada dalam diri lu, I’m proud of you"

How come ? Orang lain melihat kita enjoy, sementara kita berasa mau kiamat melewati hari demi hari ?

Lama saya berpikir. Bener juga. Waktu saya baru kenal sama yang namanya broken heart, saya nggak mengurung diri di rumah. I went out, hanging out & laughing with friends. Like nothing happened. What exactly I have deep down in my heart, let it be me knowing that, let it be me feeling that. Nggak perlu orang tau (walo akhirnya pada tau juga lewat Blog ini), tapi at least gw ga harus nampak murung setiap hari kan ?

Kalo ada yang merasa gw ga ngrasain sakit, karena gw nampak ‘enjoy’, I’m sorry. I dont have to show everyone what I feel inside. And if someone’s got hurt becoz of that, I’m sorry again. I’m just being me, try to always smiling & cheer up.

Satu hal yang saya dapet dari omongan dia. Kalau orang lain melihat saya enjoy, berarti sebenernya saya bisa enjoy. Pernah tau nggak, ada orang bilang :

"Kebohongan yang dikatakan terus menerus, akhirnya membuat sumber kebohongan itu percaya sama kebohongan itu sendiri"

Nah ! Finally I got something !!

Pretend to be happy, you will be happy in the end.

Lagipula, soulmate saya, si Lala pernah bilang :

"Sakit hati itu pilihan, Non. Lu memilih untuk sakit hati, maka lu akan sakit hati. Coba lu pilih untuk berbesar hati, menerima apa yang lu alamin, you’ll be OK"

Yeah, talk is cheap, brur….

But I’m sure, when I get through this someday, I’ll be the one, telling people to get through this kinda crap. Cause I’ve been there.

Buat si sahabat :

Thanks ya. You made me feel brand new !!

Jajan Yuk…… (Part II-end)

Sunday, November 20th, 2005

Memenuhi janji gw sama lu-lu pade, here we comes Jajan Yuk… Part II. Enjoy it !!

6. Kupat Tahu Jl. Gempol

Ladies & Gentlemen, please welcome, kupat tahu paling mahal sedunia (hehe…). Tapi believe me, it’s worth it !! Nggak usah mikirin harga, karena rasanya asyik punya. Jualannya pagi-pagi banget, dari gw belum bangun kali. Makanya jangan dateng kesiangan. Kan kata orang juga, bangun siang bakalan ketinggalan rejeki (Dalam hal ini, konteks rejeki = sepiring kupat tahu gempol).

Tapi gw punya pengalaman menyebalkan waktu jajan disana. Jadi pas makan sama nyokap + bokap, datanglah sepasang suami istri, keliatannya sih sedikit diatas gw umurnya. Thirty something gitu deh. Karena penuh, mereka cuma dapet kursi satu. Jadi gw kasih kursi yang tadinya kita pake untuk naro teh botol (kan apapun makanannya, minumnya Teh Botol Sosro). Pas gw kasih tu’ kursi, begini jawaban sang suami :

"Terima kasih Bu".

"BU ?" apa ga salah denger gw ? "BU" gitu lho !

OMG banget ga sih ? (OMG = Oh My God). Huhuhu…. sebel kan ? apa gw ini bertampang ibu-ibu ? (emang sih, waktu itu udah setelan gawe, pake blazer). Tapi please deh. BU ??

note : sialan, tau gitu ga gw kasih kursi tu’ orang ! Biar aja makan sambil jongkok !!

7. Jagung Bakar Dago (Persisnya depan eks Glael & Wendy’s)

Gw tau, sepanjang Jalan dago, emang banyak tukang jagung. Tapi favorit gw, teuteup jagung depan eks Wendy’s itu.

Kenapa ?

Begini, sebenernya sih rasanya sama-sama aja jagung, bahkan kayaknya di tempat favorit gw ini lebih mahal deh.  Tapi si ibu yang jualannya itu lho ! Tiap gw dateng, selalu menyambut dengan penuh senyum, seolah-olah gw setiap hari kesitu. Padahal gw yakin, dia emang begitu sama semua orang. Jadi emang bener yang dibilang oleh pakar-pakar marketing : Loyal Customer Comes From Good Service. Rasa boleh sama, service menentukan….

8. Nasi Timbel Jl. Kemuning

Selama berkantor di sebuah kantor swasta di Jalan Dago kira-kira 3 taun ke belakang, ini adalah salah satu tempat makan favorit. Selalu penuh di jam makan siang. Bahasa Prancis nya : ‘pipaseaeun’. Banyak yang bisa diajak berantem. Maklum, sambel rebutan. Kecap rebutan. Bayar aja rebutan.

Tapi mungkin disitu seninya. Astaga… udah 2 taun kali gw ga kesitu. Huhuhu…. jadi pingin :( Belum lagi kalo inget leunca nya yang diplastik satu-satu itu. Euh, pengen !

9. Lomie & Gado-gado depan Maranatha

Nah ini dia, makanan favorit sejak jaman mahasiswa tingkat 1. Pertama sih gw ngefans sama lomie-nya. Trus nyoba lohun (mmm, enak juga). Sejak kerja, gw sukanya makan gado-gado (termakan ‘hasutan’ si Rini yang selalu nampak enjoy makan gado-gado itu). Nulis soal lomie ini, gw jadi inget temen kuliah, Sarah namanya. Dulu, gw Sarah adalah partner setia makan lomie. Sama-sama ceking (waktu kuliah gw ceking), jadi pesennya

"Lomie 1/2 porsi, bikin 2 Pak!"

"Siap" –> kata si Bapak penjual lomie.

Beres makan, buru-buru kuliah ke lantai 5. Nyampe pintu ruang kuliah, udah laper lagi. Ya iyalah, makan 1/2 porsi, jalan jauh banget, tekor deh !

Dulu, ada salah satu asisten si Bapak Tukang Lomie, kita panggil "Mas Nunu". Soalnya, rambut nya mirip-mirip Keanu Reeves di film Speed, hehe.

10. Juice & Jagung Bakar Pattaya

Minuman favorit gw, Milkshake Rum & Raisin. Aduh, thanks God banget for the taste !! No more comments, cobain gih. Tapi inget, semangkok eskrim = 3 piring nasi. Hiiiiiiiyyyyyyy, serem deh. Jadi kalo mau kesitu pikir-pikir panjang ya….

Jagung bakarnya ? boleh juga, kalo ke Dago jauh sih. Maklum, dulu kalo kesitu tinggal jalan kaki sih. Eh, di pinggirnya juga banyak makanan enak, kayak kuotie, dan nasi campur ! Mmm… setelah 4 tahun, akhirnya gw makan nasi campur juga, hehehe… —> ini hanya untuk teman-teman non muslim ya.

11. Kantin Wenang

Pasti banyak yang ga tau deh, posisi si Kantin Wenang ini. Gw aja dikasih tau kok (thanks to Lala, my soulmate. I dedicate this part for her). Kantin Wenang, adalah kantin khusus masakan Menado. Makanan yang selalu gw pesen : ayam bakar rica-rica. Enak banget ! Jangan lupa pesen sambel dabu-dabu nya. Plus kerupuk aci. Plus es teh manis.

Pesen gw : Jangan berkecil hati sama tampang garang si oom penjaga kantin. Sebetulnya dia baik hati kok. Tidak sombong pula. Dan rajin menabung tentunya. Hihi…

Posisi Kantin Wenang yang tak kasat mata itu, memang ga mudah ditemukan. Hanya orang-orang yang memiliki talenta lebih yang dapat menjangkaunya (hehehe…, naon sih ?). Jadi, tau eks Sultan Plaza kan ? Nah, depannya ada kali ? Ati-ati kecebur. Eh, maksudnya,  di pinggir kali itu ada jalan menurun, ikuti jalan tersebut sampai tengah-tengah, terlihatlah Kantin Wenang di sebelah kiri jalan). Clue lain, di depan gang itu ada tukang Tatto… Nah, semakin mudahlah Anda menemukannya.

Eh, kantin wenang juga menyediakan kelelawar bakar lho. Yang udah pernah makan ceritain gimana rasanya ya ! Gw blum punya nyali makan si Batman.

12. Lumpia Semarang Jl. Badak Singa

Sama kasusnya seperti Lotek Kalipah Apo, sebisa mungkin bawalah 2 perut kesini. Yang 1 untuk makan lumpia semarang (2 goreng, 2 basah, bagaimana dengan Anda?). 1 lagi untuk makan berbagai macam nasi yang asyik-asyik ; nasi pecel, nasi guudeg, nasi langgi. Belum lagi tahu pong. Waduh !!

Waktu ke Semarang kemarin, sengaja mampir ke tukang lumpia yang (katanya) paling enak se-semarang. Nyatanya ?? Bandung punya teuteup lebih ‘kena’ di lidah tuh !!

Padahal kan namanya "Lumpia Semarang" ya ??

13. Cabe Rawit Jl. Ciumbuleuit

Thanks lagi buat Lala yang udah mengajak gw ke tempat asyik ini. Jenis makanannya banyak banget ! Dan thanks God, murah banget ! Coba deh cah brokoli, mmm…. asyik…

minumannya juga asoy, coba aja bad charlotte (gw pernah nulis nya good charlotte, ketuker sama group band, hehe). Jangan lupa cobain juga Alpucatto Nigger, versi murahnya dari Avocado Terrace nya Kafe Halaman, soal rasa, ga jauh-jauh amatlah…  Soal harga, dijamin ga merampok dompet lu-lu pade.

Wah, akhirnya selesai juga… menulis soal makanan-makanan enak. To be honest, udah lama banget gw ga ‘explore’ ke tempat-tempat yang disebutnkan di atas. Ga ada partner ! hehe. Soalnya kalo kongkow sama temen kan enaknya di kafe, yang bisa ngobrol lama-lama tanpa dipelototin next customer. Sementara jejeran tempat jajan diatas adalah tempat-tempat yang banyak didatengin orang, sementara kapasitas tempat duduk nggak mencukupi. Beda lagi kalo sama pacar… Abis makan, pulang deh. Ato nyari jajanan lain.

WANTED : Mr. RIGHT YANG SUKA JAJAN !!!

—–> halah, nampak desperate ga sih ????

Jajan Yuk…

Friday, November 18th, 2005

Daripada mikirin air mata yang mengalir tiada henti dan mikirin kisah cinta yang berantakan tak terkira, mendingan kita jajan yuk.

"Jajan ?"
"Iya jajan !"
"Jajan apaan ?"
"Jajan apa aja dong… lu sukanya jajan apaan ?"
"Aduh, gw bukan tipe cowok yang suka ‘jajan’"
"Yaelah, ini bukan ‘jajan’ yang itu ! Ini jajan beneran tauuu"

Mmm, salah satu hobi gw, jajan ! FYI, setiap hari gw jajan, (hampir) ga pernah makan di rumah dengan alasan :

1. Jam pulang gw ga nyambung sama makanan di meja makan (maksud gw, pas nyampe rumah, semua makanan pasti udah migrasi ke kulkas)
2. Gw ga cocok sama masakan di rumah
3. Ya itu tadi, karena gw senengnya jajan lah..

Bandung emang gudangnya makanan enak. Waktu jalan-jalan keliling Jawa-Bali kemarin, gw sekeluarga menyadari "Pantesan aja banyak turis lokal di Bandung, pada cari makanan kali". Bukannya makanan di luar Bandung ga ada yang enak (ntar ada yg kesinggung lagi). Tapi gimana dong ? Makanan di Bandung emang paling asyik ! Ya kan, ya kan ?? Iya dong….

Ini adalah list tempat makanan favorit gw, yah sapa tau bisa buat referensi pas cari jajanan asyik.

1. Mie kocok di Kartika Sari
—–> Gw udah nyobain sagala rupaning mie kocok. Setelah survey selesai dilakukan, terbuktilah bahwa Mie Kocok Mang Enco yang berlokasi di Kartika Sari Jl. H. Akbar ini emang paling uenakkk. Campuran bumbunya TOP, tinggal ditambah sedikit cuka dan sambel, sesuai selera anda. Mmmm, Bahasa Prancisnya : Ngareuy !!
Tips : Jangan tertipu sama mie kocok yang ada di Kartika Sari lokasi lain. Walo pun judulnya sama, "Mie Kocok Mang Enco", teteup beda…. apakah ini sugesti ? Yah, coba aja sendiri….

Jajan di Kartika Sari, selalu membuat gw bingung. Mie kocok sih menu utama. Tapi udahnya ? Mmmm…. banyak yang menanti ; Es campur, Kelapa Jeruk, Otak-otak (dibakar ngedadak, panas-panas tea asyik), dan Rujak ! Ssssstttt, jangan bilang-bilang ya, terakhir gw makan otak-otaknya, rada hambar euy…
dan di gang sempit itu (Jl. H. Akbar), kadang-kadang suka ada tukang jagung rebus yang nongkrong, menggoda pisan !!

2. Batagor Riri - Jl. Burangrang
—–> Batagor paling asyik sejagad raya (pasti banyak yang setuju). Belum lagi cara makannya yang beda dengan batagor lain (buat yang belum tau, cari tau sendiri yaaa). Buat orang Bandung, jangan dateng pas weekend, ato pas libur. Karena banyak banget orang luar kota yang memadati Batagor Riri, sampe membuat si Engko yang take order jadi ga keliatan, terhalangi orang-orang tadi. Kita-kita yang orang Bandung, datengnya hari biasa aja, jadi salse…. Eh, tapi jangan dateng hari Senin, karena mereka tutup. (Karena pengen libur aja, atau ini ‘resep’ mereka, ya ga tau juga. Sebodolah, yang penting, batagor nya asyik….)

3. Lotek & Kolek Kalipah Apo
—–> Pernah tinggal di daerah Kalipah Apo, membuat saya akrab sama jajanan yang satu ini. Selalu membuat saya bingung dengan pilihan makanannya ; Kolek (campur, tapi tanpa pisang — hiiii..yy), Aneka rujak, Lotek, Es shanghai, dll. Belakangan ada juga nasi rames yang selalu menyediakan makanan favorit gw : LEUNCA !! Halah, cantik-cantik makannya leunca, begitu temen-temen gw suka bilang (I take that as a compliment aja, asal dibilang cantik). Jadi walaupun harga nasi ramesnya di atas rata-rata, tapi boleh lah…
Kalo bisa bawa perut 2, 1 buat lotek (dan kolek), 1 lagi buat nasi + leunca. Hehehehe….

4. Mie Ayam di Kantin Sakinah Jl. Tubagus Ismail
—–> Gw jajan mie ayam ini dari zaman dulu banget. Ssssssttt, istilahnya dari pacar kedua, sampe pacar terakhir kemaren, hihihi…. Dari harga masih Rp. 1500, sampe Rp. 6000. Mie ayamnya asyik, nggak kayak mie ayam yang suka ada di tempat lain, apalagi yang lewat depan rumah.  Es campurnya ? Banyak yang suka, tapi gw sih ga suggest.
Tips : banyak makanan lain di sekitar roda mie ayamnya, such as ; batagor, pempek, lotek, mie kocok (!). Tapi kuatkan hatimu, karena nggak ada satupun dari makanan-makanan itu yang mampu bersaing dengan sang legenda, Mie Ayam !!!

5. Mie Akung Jl. Lodaya
—–> Without many comments, gw yakin banyak yang kenal sama Mie Akung. Halah, mau parkir aja susah. Tapi mie nya OK, apalagi pake ceker. Mmmm…. Cekernya banyak banget !! (Yang laen paling ngasih 3 ato 4 biji kan ?, di Akung, you guys bisa dapet semangkok penuh !! —> bayangkan berapa ekor ayam telah dikorbankan demi nafsu Anda akan ceker-ceker lentik itu…). Eh, FYI, rujaknya juga asyik, walo suka merusak selera ke mie nya sendiri (kenyang duluan maksudnya…).
Tips : Jangan ke Mie Akung hari Jumat, soalnya mereka tutup.

Gw rasa blog yang ini akan muncul part II nya. Karena hasrat menulis gw belum padam, tapi jam kantor sudah memanggil-manggil, so, The 2nd part is coming soon, guys…..

Hormon Sialan

Thursday, November 17th, 2005

Gw lagi galau. Entah kenapa. Tapi gw jadi super gampang menangis. Gampang kesel. Plus ga sabaran (eh ini sih udah dari sononya). Mungkin karena capek ya ? Semoga aja cuma karena itu.

Tapi belakangan ini, everything’s goin’ wrong for me. Si MP3 kesayangan yang biasa memberi penghiburan pun, malah ‘memainkan’ lagu-lagu yang bikin gw nangis. Aduh, cengeng pisan, I hate it. Gw gantilah semua lagunya, ternyata dari jejeran lagu-lagu baru itu pun, tambah banyak yang bikin gw berurai air mata. Tapi MP3 itu, teteup dibawa kemana-mana, maklum kesayangan…

Ketemu temen lama, bawaannya sedih, pingin nangis (lagi). Sedih karena inget masa-masa dulu. Nelangsa karena dia (juga) mau married 2 bulan lagi ——> oh no !! not anymore !! hehe….

Baca e-mail dari temen jaman SD dulu, juga sedih, akhirnya banjir air mata depan kompie. Tapi ini karena terharu, nggak nyangka dia punya advice yang super ngegebok… dan membuat gw merasa bodoh sekali, huhuhu….

Gw yang super sensitif, jadi tambah sensitif 300% kali. Gw rasa, ini kerjaan si hormon (sialan) deh !! Biasa, kalo udah tanggal-tanggal segini, emang suka nyebelin. Jangan deket-deket gw deh, kemungkinannya cuma 2 :

1. either lu bikin gw nangis, ato

2. lu jadi bete karena gw judesin - hehe…

Trus mata gw juga seolah mengobral air mata. Sedikit-sedikit netes, mengalir di pipi. Tapi yang ini sih, jelas-jelas akibat pake eye liner baru yang nggak cocok sama soft lens… nggak ada hubungannya sama hormon sih…

Nyokap Gokil

Wednesday, November 16th, 2005

Pas udah rencana mau nulis soal nyokap tercinta, eh tadi pagi ketemu beliau di perjalanan ke kantor (buat yang belum tau, gw memang ga serumah sama ortu, jadi ketemu nya juga jarang-jarang), nggak sempet ngobrol, cuma sempet dadah-dadahan aja. Jadi hari ini kayaknya emang udah meant to be, buat nulis soal si mama.

Nyokap gw itu, asli ibu rumah tangga. Seumur hidupnya, doski belum pernah kerja (karena begitu beres sekolah langsung dipinang bokap gw). Nyokap juga belum pernah ngerasain patah hati (karena pacarannya sama si bokap aja –> langsung jadi). Makanya waktu gw ancur-ancuran patah hati, nyokap gw ikutan nangis, tapi itu juga karena sedih ga bisa ngertiin gimana perasaan gw sebenernya. But she’s always there for me, walo sempet bingung kenapa anaknya yang ‘nampak tegar’ ini bisa kalah sama yang namanya cinta.

Gw memandang nyokap gw, sebagai sosok idola yang bener-bener ngrasain kodrat seorang wanita. Selama menikah sama bokap, mama selalu nyediain semua keperluan si papa. Dari baju, kopi, makan (pagi-siang-malem), sendal, semua deh pokoknya. FYI, selama hampir 28 taun menikah, bokap gw itu belum pernah sekalipun ngambil minum ke dapur. Sama sekali !! Kalau mau minum, papa tinggal melirik ke si mama, "minum" katanya. Dan nyokap gw langsung siap sedia ngambilin minum, ga peduli apa pun yang lagi dia kerjain saat itu. Itu soal minum, belum lagi soal makan. Kalau ga disediain sama nyokap, si papa mendingan nggak makan aja sekalian. Makanya, nyokap gw itu nggak bisa diajak pergi lama-lama. Dalam sehari, kalau pergi sama nyokap pagi-pagi, berarti siangnya harus udah pulang. Kalau pergi setelah makan siang, berarti sebelum makan malem udah harus pulang.

You guys may think how nyebelin bokap gw, dan betapa kesian nya nyokap gw. Tapi gw melihat ini dari sudut pandang yang lain. Nyokap gw dengan senang hati melakukan itu semua buat si papa. Dengan penuh kasih. Makanya dia rela dan nggak pernah merasa itu adalah sebuah beban. Tapi jangan salah, sekali nyokap gw marah, si bokap langsung mingkem deh. Yeah, you go, Mom !!

Gw mengidolai nyokap gw, tapi bukan berarti gw ingin jadi persis seperti dia. Nggak lah, gw ga mungkin bisa (kalaupun bisa, pasti nggak mau). Waktu seumur gw, nyokap udah punya anak umur 7 taun (ya gw ini). Sementara gw, menemukan Mr. Right aja belum (where are you, sih ??)

Nyokap, salah satu temen curhat gw. Apalagi kita jarang-jarang ketemu. Makanya sekalinya gw nginep di rumah, kita bisa ngobrol sampe subuh. Dari mulai ngobrol soal love life (teuteup…), soal adik-adik gw yang kelakuannya suka aneh bin ajaib, soal sepatu baru, kalung baru, dan buku baru !! Yeah, nyokap gw ini juga seneng baca. Bacaan si mama, ga jauh-jauh dari bacaan gw, ChickLit. Tapi tiap kali diajak ngobrol soal isi ceritanya, doski paling garuk-garuk kepala sambil bingung

"Aduh, yang mana yaa…".

Ih, kadang suka kesel, bacanya sambil ngelamun kali, Ma !

Salah satu hal yang paling ajaib soal nyokap gw, doski suka marah kalo tau gw suka belajar sampe begadang waktu jaman sekolah dulu. Kalo liat lampu kamar nyala (waktu SMA gw sempet tinggal sama ortu), dia suka ngetok pintu dan langsung ngasih segelas susu panas.

"Ayo tidur" katanya,

"Jangan begadang aja, ngapain sih".

Yeeeh… jelas-jelas belajar. Ngapain lagi atuh….

Paling asyik kalo gw males sekolah.

"Aduh Ma, kok kayaknya nggak feeling pergi sekolah ni".

Nyokap gw :

"Ya udah, mendingan kita ngobrol aja, eh, apa kita jalan-jalan aja yuk, makan mie kocok !"

Trus kalo ada telepon dari sekolah, nyokap selalu siap dengan jawaban :

"Iya ni, Shasya agak kurang enak badan, Bu. Rencananya mau saya bawa ke dokter nanti sore. Terima kasih perhatiannya ya"

Si mama ga tau kali, itu mah bukan perhatian, tapi check and recheck…

Nyokap gw, gokil setengah mati tapi adorable banget !

Nyokap gw, yang waktu lagi hamil 8 bulan, tapi ngotot pengen nonton konsernya /RIF di Fame Station dulu (akhirnya kongkow sama si Andy - gw rasa si Andy terharu aja karena ada ibu-ibu lagi hamil tua tapi bela-belain berdesak-desak sama kaum ABG di Fame)

Nyokap gw, yang waktu jaman gw SMA dulu nekad nitipin adik-adik gw yang masih kecil sama mertuanya (nyokapnya bokap gw) gara-gara doi kebelet nonton Bon Jovi di Ancol –> edan pisan kan…?

Nyokap gw, yang selalu ngedukung (hampir) semua keputusan gw.

Nyokap gw, yang udah wanti-wanti berpesan ga mau dititipin cucu (kalo gw punya baby someday),

"Males dong ah" katanya, "Gue kapan santai nya dong ? Titip mertua lu aja ntar ya…"

Nyokap gw, yang paling asyik sedunia ……. Happy birthday ya Mom…. Love you banget !!Thamama_nusa_dua_1

Life is About Choosing

Saturday, November 12th, 2005

Berapa kali u guys memilih dalam hidup (aduh, ini mah pertanyaan retoris, ga usah sibuk-sibuk diitung jawaban benernya). Mau makan, milih. Mau sekolah, milih. Mau pacaran, milih. Yang nggak milih, cuma kalo mau ke kamar mandi, mau pup (kalo gw sih tetep milih –> bawa majalah, apa bawa novel ya ?). Semua harus dipilih !

Pada nonton Forrest Gump jaman dulu ga ? Inget ga sih, waktu si Forrest bilang, hidup itu seperti sebuah kotak coklat, lu ga tau apa yang lu pilih sampe lu gigit dan rasain sendiri ? Buat gw yang baru aja pulang keliling Jawa dan Bali, hidup itu seperti sekotak Bakpia Pathok yang berjudul "Aneka Rasa", lu ga tau bakpia apa yang lu pilih sampe lu makan ‘tu bakpia. Gw seneng kalo yang kepilih bakpia rasa original, tapi bete kalo yang keambil rasa nanas (hueeeekkk…..)

—-> Biar aja si Forrest pilih coklat, da bule. Berhubung kita orang Indonesia, milih bakpia nampak lebih ‘membumi’ kan ?

Tapi bener deh ? kita nggak tau hasil pilihan kita, sampe kita ngrasain sendiri hasilnya. Iya sih, kita mungkin tau bayangan konsekuensi nya, tapi kadang konsekuensi itu ternyata lebih berat daripada bayangan nya. Misalnya nih, waktu gw memutuskan untuk jadi cewek single (lagi), gw tau kok, gw bakal kehilangan teman jalan, bakal kehilangan partner (buat semua kegiatan gw). Tapi toh, gw pilih juga jalan itu. Dan bener aja, konsekuensi nya lebih berat dari bayangan gw semula. Sudahlah, yang namanya pilihan, tentu diambil secara paket, beserta dengan konsekuensinya. Gw belajar menerima, I’m working on it .

Menyesal ? Boleh…. cukup sesaat aja. Ga ada gunanya berlarut-larut, akhirnya cuma nambah-nambahin jerawat. Karena menurut seorang teman baru yang asyik diajak ngobrol (yes, YOU !), ada keputusan yang ternyata ‘no turning point’, alias, kita ga bisa balik ke titik dimana kita belum memilih. Jadi, jalani sajalah, dengan senyuman tentunya……….Saturdaysept10th02

Reply Asyik

Thursday, November 10th, 2005

Posting an gw kali ini, sebenernya reply - an mesej buat seorang temen. Berhubung mesej nya panjang edan dan bahasannya asyik banget, gw rasa bahas di blog lebih asyik aja kali !

1. Seneng banget dapet mesej dari Jefta ni. Udah lama banget ga ketemu gitu ! Udah ada 15 taun Jeff ? (sementara baru kenal nya juga, 10 taun gitu deh).

2. Sumpah, gw seneng banget lo panggil gw "Shaz" gitu, soalnya ;
a. Beda aja dari yang laen
b. Membuat gw berasa keren abis, asa "being single and live in London" kitu… (FYI : Bridget Jones juga favorite gw banget…) —-> Shazzer itu sobatnya si Bridget.

3. Bilangin si Kun, gw sangka dia udah ditelen bumi !! di add dari kapan, baru di approve seabad kemudian. Bilangin juga, kalo kelamaan ga ol, lama2 bisa lumutan ! Oh ya, soal tulis-menulis yang menyangkut urusan hidup dan mati itu, gw cuma bisa bilang "GAMBATTE !!" —-> Sumpah gw ga punya kata-kata lain buat nyemangatin dia dengan skripsinya, heheh…
Oh ya, satu lagi, gw juga baru tau kalo gw bisa nulis…… hehe…

4. Gw juga suka banget sama gaya nulis lu Jeff (nampak saling mengidolai kieu). Karena lu bisa bikin masalah2 serius, BBM, etc jadi konyol gitu. Favorite gw, soal usul ke SBY supaya Porn Mags dijual bebas di Indonesia. Gw rasa jawaban "Terima kasih atas masukan Anda, akan kami pertimbangkan" emang pas banget kan ya ?

5. Gw merasa adrenalin dan semangat gw emang agak meningkat pas beres nulis "Shasya si Clumsy". Soalnya, gw merasa ‘bangkit’ dari kuburan gw , dimana kerjaan gw selama ini cuma meratapi love life gw yg ga jelas juntrungannya. Sisi konyol gw, mudah-mudahan bisa mengeluarkan gw dari ‘kubangan cinta’ secepatnya. Jujur aja, gw juga udah males (plus cape) banget feeling this way melulu.

6. Soal cowok yang lu tanyain, iya sih, itu dia.. It’s always been him, Jeff… Mungkin suatu saat nanti nggak lagi (semoga), tapi sekarang ini, gw nggak bisa bohongin dunia (cie… kayak dibaca sedunia aja blog gw ni), atau diri gw sendiri, for me it’s still him.

7. Menurut gw, bakat nulis lu mendingan ‘dipindahin’ ke kehidupan nyata. Nyari kerja, ga usah terpaku sama gelar kesarjanaan Jepang lu kali. (kalo menurut lu gw salah, ga usah didengerin. Tapi gw yakinin lu, ini bukan sekedar gw nyari temen ’senasib’, dimana bahasa jepang gw udah pada ke laut, sementara gw ditinggalin cengo di darat). Nyoba nyari kerja di magz yuk ? Ih, kalo terpenuhi, berarti dreams come true buat gw tuh…

8. Bout you and your "MBM" —> ah masa siiiihhhh….kok gw ga ngrasa ??? (bacanya dengan gaya gw yang centil banget !!). Ini rahasia gw ama Jeffta, kagak ada yang boleh tau !!

9. Seneng banget gw nemu temen seperjuangan baca ChickLit (selain nyokap gw yang gokil itu). Akhirnya….hhh ada juga yang bisa diajak discuss. Udah lengkap baca Chick Lit Jeff ?My_books_1 Di rumah gw lebih lengkap dari di Gramedia tu ! Kalo ada yang blon, kontak ye !

10. Kayaknya yang bisa dibahas disini, cuma segini. Sisanya ? Between us aja kali ah….