Aku dan Setrikaan
Wednesday, November 22nd, 2006Menikah itu menyenangkan. Sangat menyenangkan. Bayangkan saja, bila sebelumnya setiap malam kita menunggu-nunggu hari esok tiba untuk ketemu lagi dengan pacar tercinta, sekarang tinggal melirik ke sebelah kanan, eh, there he is !, lying next to me. Membuka mata di pagi hari, eh, there he is juga ! Lengkap dengan suara ngoroknya, dengan rambut super duper acak2an, tapi malah membuat hari di dunia saya semakin menyenangkan. What a wonderful life…
Tapi yang namanya dunia nggak akan terus-terusan memberi yang manis-manis aja kan ? Nah, tibalah saat menyeterika. Oh my God ! I hate this stuff !
Saya juga nggak ngerti, sejak perjumpaan pertama dengan yang namanya setrikaan, kami udah nggak akur. Kemeja suami saya yang baru dibeli dan belum pernah dipakai, terpaksa diungsikan ke pojokan lemari bagian ‘baju nggak dipake’, nggak lain nggak bukan, akibat ketidakcocokan saya dengan sang setrikaan. Belum lagi saat saya menyeterika kemarin, setrikaan yang saya simpan di meja mendadak jatuh, dan kemudian mati. Sumpah, nyebelin banget. Padahal setrikaan baru dong.
Bukan suami saya kalo nggak mengerti kesusahan istrinya. Setelah beberapa korban berjatuhan akibat perseteruan saya dengan setrikaan, akhirnya dia menyerah dan lalu kami memutuskan untuk mencuci semua cucian dan menyeterika nya di layanan cuci kiloan dekat rumah.
Saya nggak perlu berurusan dengan setrikaan. Hidup pun kembali indah ![]()
bye bye setrikaan…. 