Archive for December, 2006

Law of Attraction

Friday, December 8th, 2006

Did I mention how much I love Jennifer Aniston ? The_break_upKemaren malem baru aja nonton The Break Up.

Iya, ketinggalan banget. Maklumlah, menikah ternyata bener-bener menyita waktu. Boro-boro nonton., mandi aja kadang nggak sempet. Hehe, alesan banget deeehhh.

Tapi bukan si gorgeous Jen yang mau saya ceritain disini. It’s more than the cute smile and the bright eyes and the nice hair of her I always adore. I got something dari film itu. Law of Attraction. Yeah, Law of Attraction !

Baru beberapa minggu lalu ada seseorang cerita soal Law of Attraction sama saya. Sekarang ini ada poster besar bertuliskan LAW OF ATTRACTION di ruangan kerja saya. Sekedar mengingatkan, what you get is what you do.

The Law of Attraction is Absolute. You are Energy. All energy is Vibrating.
When You are feeling up, filled with JOY and GRATITUDE, your motions are sending out HIGH FREQUENCY vibrations that will MAGNETIZE only good stuff back to you, meaning anything with the same high vibratory frequency that matches what you are sending out. LIKE attracts LIKE….
You are ABLE to MAGNETIZE into your lives what ever in the world you DESIRE by controlling the FEELINGS that come from your THOUGHTS….

FOCUS on what you WANT. You get what you EMOTIONALLY focus on. Emotions creates ACTIONS. Actions bring RESULTS.
- taken from Action International, thanks !-

Kalo you guys pernah nonton The Break Up, pasti nyadar kan, up and down-nya hubungan si Jen sama Vince Vaughn ? They were really happy once, then they’re really at the bottom side, having a very bad relationship. I see clearly, bagaimana perbuatan kita ngaruh banget sama apa yang akan terjadi sama kita. At first, Jen pengen banget membuat mantan pacarnya itu hurt so bad. Banyak cara dia coba buat bikin si pacar sakit hati dengan harapan suatu waktu si pacar akan menyadari that it really hurts being separated with her. But then what ? Setiap kali did something bad, keadaan nggak pernah jadi lebih baik. Sama sekali nggak pernah. It’s even getting worse and worse all the time. She yelled at him, then he yelled back. She brought a guy home, the ex boyfriend had this wild party with these naked girls, in the condo ! Imagine that happened to you.

But then all of sudden, Jen offered these ticket for a concert he has been waiting for. Nicely, she offered the ticket, and then NICELY, he said he’s coming with her to the concert. Memang sih, akhirnya dia ga dateng. Tapi bukan itu. See, if you said something nicely, you’ll get that back. If you do something bad, that will come back to you too ! That’s Law of Attraction.

Inget kan, waktu kita kecil dulu, saat teman kita tiba-tiba bersikap nyebelin. What did you do ? Jujur aja deh. Kalo saya, I did the same thing, even worse. Kalo dia nyebelin, saya bisa lebih nyebelin. Kalo dia jutek, saya bias jauuuhh lebih jutek. If she didn’t talk to me for one or two days, saya nggak ajak dia ngomong for a whole week, even for a whole month ! In the meantime, dia tambah kesel dan bersikap lebih nyebelin lagi, and then you feel the same so you think you have to hurt her even worse. And on and on and on. Keadaan nggak pernah jadi lebih baik. Malah jadi tambah kesel dan kesel dan kesel.

Tapi coba, kalo kita tetep ngomong baik baik dan bersikap nggak ada apa-apa. Palingan dia malu dan kemudian bersikap biasa juga, things turn well, everybody’s happy. Nggak perlu ada suasana nggak enak, nggak perlu ada sakit hati berkepanjangan. Yeah, everybody’s happy.

Memang sih, nggak semua orang di dunia ini bisa seperti itu. Maksudnya diajak ngomong baik baik, pasti balik baik. Ada aja yang teuteup nyolot. Jangan ikutan nyolot ah, bahasa Jermannya, itu mah pihampuraeun, alias harus dimaafkan, dimaklumi, dilupakan. Heran lho, ada aja makhluk ajaib begitu ya ? Biarin deh. Kalo soulmate ku, Lala bilang, at least you’ve done your part, sisanya terserah dia. Kan dosa mah ditanggung nya juga sendiri-senditri, bener ga ?

Eh sekalian mau bilang thanks buat my Coach, Mr. Yusa Azis, teori Law of Attraction nya gue banget !!

Waktu Sakit

Tuesday, December 5th, 2006

Sakit emang nggak ada enak-enaknya. Udah feel guilty karena ga masuk kerja, trus pas masuk kerjaan numpuk berlipat2, eh harus keluar duit pula.

Eh ngomong-ngomong soal keluar duit, you guys mungkin bertanya,
“kok nggak asa asuransi perusahaan sih Shas ?”.
Mmm, sebelum pertanyaan itu mulai muncul, saya akan mencoba bercerita mengenainya (sambil berdoa semoga ga ada petinggi kantor yang baca, hehe).
Sebenernya, di kantor disediain fasilitas asuransi sih. Asuransi kesehatan khusus-nya. Tapi nggak berlaku buat dokter kandungan (pandanglah ini bukan sebagai diskrimi-nasi gender, tapi lebih merupakan pengiritan karena spesialis ObGyn alias dokter kandungan itu, MAHAL !. Yup, MAHAL saudara2….).
Well, udah beberapa kali ini saat sakit saya nggak me-reimburst pengeluaran obat dan dokter saya ke kantor (sementara ini masih dokter umum, belum dokter kandungan). Salah satunya adalah karena saya nggak pernah bayar biaya dokter (thanks to dr. Budi Widyarto yang selalu nggak mau dibayar). Biaya obat dengan sangat terpaksa saya bayar sendiri, tanpa menghiraukan sebuah kartu asuransi yang asyik nongkrong tanpa kerjaan di dompet saya.
Kenapa ?
Kenapa saya segitu bodohnya nggak gunakan fasilitas kantor itu ?
Karena me-reimburst kwitansi obat selalu bikin saya tambah pening karena realisasi nya nggak kira-kira. Ibaratnya, kwitansi satu belum cair, eh kwitansi lain udah muncul lagi. Pendek kata dari-pada banyak berharap dan menanti uang dikembalikan dengan perasaan cemas, saya memutuskan untuk membayar sendiri pengeluaran obat tanpa harus berharap akan hak saya itu.

Sudah kita cukupkan sampai disini perihal asuransi kesehatan itu ya.

Sakit saat kerja, beda halnya dengan sakit saat kuliah atau sekolah jaman dulu. Berkat kecanggihan teknologi bernama handphone, istirahat saat sakit adalah sebuah bentuk ke-mewahan buat saya. Baru mau tidur sebentar, handphone bergetar,
“Bu, mau pinjem ruangan tanggal sekian ada nggak ?”.
Baru terlelap sejenak, eh bunyi lagi,
“Bu, saya bisa survey hari ini nggak ?”.
Omaigad banget deh. Kapan mau sembuh kalo gini ceritanya ya. Tapi sebagai phoneahollic, saya nggak bisa jauh2 dari handphone juga sih, in case emang ada yang penting banget gitu deh. Talking about “ketergantungan” ini mah.

Tapi saat sakit itu rupanya sebuah penyadaran akan ucapan syukur muncul meluap dari dalam diri. Sehat itu mahal harganya. Ga gampang untuk tetap sehat saat kerjaan numpuk, cuaca ga menentu, dan pikiran suntuk.

Kalau biasanya setiap hari bisa melenggang masuk kantor tanpa sempat tersirat untuk mengucap syukur karenanya, saat sakit, saya baru menyadari kalau saat sehat adalah se-buah berkat yang Tuhan limpahkan buat kita.

Saya jadi inget saat sering ngomel pas bangun pagi-pagi….
Saya jadi inget saat water heater rusak, terpaksa mandi air dingin dan saya ngedumel….
Saya jadi inget saat susah nemu makanan yang bikin selera….

Ternyata bisa bangun pagi setiap hari itu berkat….
Ternyata kalo udah sakit, mau mandi aja ga bisa….
Ternyata nemu makanan, apapun itu, adalah nikmat….


You guys sehat-sehat aja kan ?
Give thanks, it’s a blessing !!

Monday, December 4th, 2006

Hari ini persis sebulan kami menikah. So far so good, semoga akan terus seperti ini.

At_church

Kami mengusahakan, Tuhan memberkati. Amin.

It’s a new day
It’s a new dawn
It’s a new hope
And we’re feeling good !!

Hendrik & Shasya - November 4th 2006

Miss Sambil Sambil

Friday, December 1st, 2006

Dipikir pikir, nampaknya saya bisa diberi julukan baru ni. Miss Sambil Sambil.

Kenapa nih… ?

Karena, tadi malem saya waktu cuci piring menyadari, kalo saya ini hobi banget ngerjain sesuatu sambil ngerjain hal yang lain. Misalnya ya, cuci piring sambil goreng tahu. Masak sop sambil beresin cucian. Dandan sambil nyanyi nyanyi (padahal susah lho, sumpeh !). Bawa motor sambil denger MP3 Player. Gunting kuku sambil sit up (alah, ga mungkin banget kali…). Dan yang paling asyik adalah tak lain tak bukan, poop sambil baca majalah, uih…. asyiknya….

Pas kebeneran tadi malem itu saya lagi mendadak sok pinter gitu deh. Langsung saya menghubung-hubungkan kebiasaan saya itu dengan filosofi hidup. Rasanya saya ini memang sering ngerjain sesuatu sambil ngerjain hal lain. Dengan kata lain, saya ini nggak pernah fokus. Nggak pernah fokus di satu titik. Padahal banyak banget kerjaan yang hasilnya bisa lebih ok kalo dikerjain sambil fokus itu tadi.

Sisi positifnya, saya ini bisa jadi perempuan multitasking. Menurut Hermawan Kartajaya, salah satu kelebihan perempuan dibanding kaum adam adalah nasibnya sebagai makhluk multitasking. Kerja sambil ngobrol, ok ! Kerja sambil makan gorengan, ok ! Nelpon sambil makan gorengan, ok juga !

Hehe, jadi kelebihannya sebelah mana ya ?

Eh serius ni, bayangin aja betapa hebatnya kaum perempuan, apalagi yang sukses mengatur rumah tangga, sukses pula di kerjaan. Itu kan multitasking ?

Jadi sambil sambil saya masuk tipe yang mana nih ? Yang pertama, si nggak fokus itu ? Ato yang kedua, saya si multitasking ?

Semoga aja yang kedua deh…. !

Image13 — > yang ini blogging sambil nelpon, sambil difoto……