Archive for January, 2007

Celana Pendek, hiks…

Wednesday, January 17th, 2007

Kemaren makan siang di food court. Asyik juga, mumpung para lelaki nggak ada, jadi bisa nongkrong di foodcourt dengan sobat sesama jenis. Gosip sana sini, saling coba makanan, ketawa-ketiwi. Wah pokoknya cewek banget dah !

Pas udah mau beres makan, tiba-tiba lewat 2 orang perempuan yang akrab di mata. Ternyata temen SMP ! Wah, seru juga, udah bertahun-tahun nggak ketemu. Basa basi pun mengalir,

“Gile lu ya, udah punya anak 2, masih aja sexy”
“Kerenan lu kali, udah jadi wanita karir”

Karir sih karir, sementara mereka melenggang dengan asyik, bercelana pendek dan bersepatu keds, yang satu lagi pake jeans dan tank top, saya terbirit2 balik ke kantor mengingat jam makan siang yang cuma satu jam itu udah mau abis.

Kapan ya, bisa jalan2 santai lagi ke mall, bercelana pendek, dan nggak dikejar2 jam kantor ?
hikz….

Salahkan Waktu

Wednesday, January 17th, 2007

Clock1

Salahkan waktu kalau aku nggak pernah sempat ketemu kamu, soulmateku….
Salahkan waktu kalau aku nggak pernah lagi belanja DVD (iya, bajakan !) di Jalan Ambon sana
Salahkan waktu kalau aku nggak terima lagi pesanan puding
Salahkan waktu kalau banyak foto kawinan yang belum tercetak sampe sekarang
Salahkan waktu kalau aku nggak sempat sms kamu2 yang ulang tahun kemarin
Salahkan waktu kalau aku belum sempat bayar tagihan telepon pasca bayarku
iya, salahkan saja si waktu yang nggak pernah kompromi itu !

Jangan salahkan aku yang selalu punya kepengen sendiri
Saat waktu ada, malah males-malesan
Rutinitas lagi-lagi jadi kambing hitam
Gara gara dia aku nggak sempet ngapa-ngapain

Wanted !

Saturday, January 13th, 2007

DICARI !!

WANTED !!

dibutuhkan segera, seorang sahabat dengan kriteria sebagai berikut :

1. Setia dan loyal
2. Bisa memegang rahasia
3. Baik hati dan tidak sombong
4. Ga itung2an
5. Selalu tersenyum
6. Tidak pernah mendadak cemberut
7. Terbuka, mau menceritakan masalah
8. Jujur, mau mengungkapkan kesalahan sahabatnya
9. Selalu menyediakan telinga untuk mendengar keluh kesah sahabatnya
10. Selalu tau kapan musti memberi nasehat, kapan musti diam tanpa komentar
11. Mau bersahabat juga dengan pasangan sahabatnya
12. Menyediakan waktu untuk nongkrong bareng dan jalan-jalan
13. Ikut antusias saat sahabatnya bercerita dengan antusias
14. Mau berkorban buat sahabatnya

Ternyata diperlukan banyak syarat untuk menjadi seorang sahabat, but it doesnt take a genius You guys, udah jadi sahabat yang baik?

Friendship1

Emily Dickinson : My Friends Are My Estate

Funny Question

Thursday, January 11th, 2007

Ini Abbe :Javana_bistro

Kemarin, dia tanya begini sama saya ;

Abbe : Ci, dulu pacar cici banyak kan ya ?
Saya : Masa sih ?
Abbe : Iya. Tapi semua ditolak-tolakin kan Ci ?
Saya : Iya -sambil nahan ketawa setengah mati-
Abbe : Kenapa si Abang ga ditolak juga ?
Saya : Karena si Abang yang paling sayang sama Abbe
-Abbe tersenyum puas-

Dulu dan Sekarang

Tuesday, January 9th, 2007

Dulu baca ChickLit.
Sekarang liat buku resep masakan

Dulu nongkrong di Starbucks
Sekarang dia nonton tv, saya baca buku (atau beberes)

Dulu semua mall dikelilingin sampe mau muntah
Sekarang belanja di supermarket aja udah terhibur banget

Dulu uangku habis beli anting anting
Sekarang uangku menipis buat bayar cuci kiloan
(salah sendiri males nyuci…)

Dulu kerjaanku malem2 ngulang nonton FRIENDS bolak balik
Sekarang mau nonton 1 episode aja ga nyempet

Dulu paling benci liat setrikaan
Sekarang minimal sehari sekali nyetrika baju suami buat ke kantor

Dulu perutku rata nyaris seperti model
Sekarang gendut dut…
(eit, belon hamil, cuma kembali ke ritual makan malam…)

Dulu hidupku menyenangkan sekali
Sekarang, hidup ternyata bisa lebih menyenangkan……..

Dsc00493

Terbaik Dari Terburuk

Thursday, January 4th, 2007

Nyaris mati rasa. Bencana beruntun dari dilibasnya Tanah Rencong oleh tsunami beberapa tahun lalu. Setelah itu gempa seolah berebut mengguncang bagian bagian tanah air. Nias, Jawa, entah dimana lagi. Belum lagi lumpur panas yang membanjiri hunian warga. Korban jelas tak terhitung

“Selamat Tahun Baru, semoga banyak hal baik menanti di tahun 2007″. Begitu sms yang saya kirimkan ke beberapa teman dan relasi. Nyatanya bukan hal baik menanti, malah (lagi-lagi) berita buruk, pesawat hilang, kapal tenggelam.

Jujur saja, kepedulian saya tak setebal rekan-rekan lain. Yang sibuk melamar jadi tenaga relawan di Aceh, yang bolak balik mendiskusikan kemana hilangnya pesawat Adam Air, atau yang sekedar meneteskan air mata saking sedihnya.

Saya hanya terpekur. Sedih beberapa jenak, kemudian menyadari betapa dahsyat kuasa sang Pencipta. Bila diinginkanNya Tanah Rencong dilibas tsunami, dalam hitungan waktu singkat, terlibaslah ia. Bila lumpur panas harus membanjiri sebagian tanah Jawa, maka terjadilah demikian. Bila diberikanNya cobaan bagi ribuan orang untuk kehilangan orang yang mereka sayangi, hey !, itu hakNya !

Yang ada di benak setiap ada bencana terkabar, adalah pertanyaan, bagaimana bila itu terjadi pada saya ? pada kita ? apakah kuasa kita menolaknya ?

Salah satu doa yang selalu saya panjatkan tentunya agar dijauhkan dari bencana. Namun bila bencana itu harus datang, saya selalu minta agar waktu itu, saya ada bersama orang yang paling saya sayangi. Agar detik-detik terakhir hidup, dapat dinikmati bersama.

Keadaan terbaik, dari situasi terburuk.