Archive for April, 2007

Cina kah Kamu ? (Part II)

Wednesday, April 25th, 2007

Comment nya Jeff di postingan kemaren malah bikin hasrat menulis soal cina dan ga cina ini melambung tinggi.

Cerita kali ini, adalah dari persiapan pernikahan. As you guys know, saya tidak menikah dengan cina. Suami saya Batak, asli Indonesia, tanpa darah campuran seperti saya. Seiring dengan persiapan waktu married, di negeri ini mulai didengung-dengungkan soal undang-undang kewarganegaraan yang baru. Dimana dimuat bahwa tidak ada lagi penyebutan “WNI keturunan”, dll. Undang-undang ini cukup melegakan buat warga keturunan seperti saya, juga buat mereka yang menikah dengan pria asing dan selalu was-was tentang status kewarganegaraan anaknya.

Begitulah, di TV, radio, koran-koran, pemerintah menegaskan undang-undang itu.

Nyatanya, begitu sampe di kantor catatan sipil, dan meminta daftar syarat administrasi yang diperlukan untuk boleh menikah secara hukum, ini daftarnya :

- Warga Negara Indonesia :
1. Akta lahir
2. KTP
3. Surat Kawin Orang Tua
4. Keterangan Belum Menikah dari Kecamatan

- Warga Negara Keturunan :
poin1-4 sama, dengan tambahan :
5. Surat pencabutan warna negara sebelumnya

what the hell ?? memang sebelumnya gue warga negara mana ? wong lahir di jalan bungsu depan pizza hut itu lho ! sejak lahir berbahasa indonesia bercampur sunda pula, bahkan makanan favorite aja mie kocok !

okelah, kita pikir itu aturan yang lama kali ya. Sudahlah, mungkin belum sempat foto copy syarat adm yang baru.

Ternyata ;

“Kalo yang mau menikah ga punya pencabutan WN, ya minta punya Bapaknya”
Secara bokap gue juga dari lahir udah disini gitu !
“Kalo Bapaknya ga punya juga, ya punya kakeknya”
Oh my God, kakek gue punya sih ! Tapi masa iya segini repotnya ?

Minggu depannya, suami gue balik lagi ke tempat yang sama dengan berbekal surat pencabutan warga negara kakek gue. Petugas catatan sipil bilang ;

“Ok, ini belum cukup. Saya minta surat pencabutan warga negara kakeknya dari pihak ibu”

Gila bener kan ? Secara kakek gue yang dari mama udah meninggal gitu, dan ga ada seorang pun yang tau apa dia punya surat itu apa engga.

Trus, bagaimana akhirnya ? Apakah gue ga jadi kawin ?

Ga dong ! Calon mertua gue (waktu itu kan calon), tanpa banyak omong, ngajak satu orang anak buah almarhum bapak mertua yang purnawirawan militer itu ke kantor sialan itu. Dalam 5 menit, urusan selesai, tanpa banyak perkara. Everybody’s happy. Except me. Sedih karena undang-undang tinggal undang-undang tanpa pelaksanaan yang jelas. Sedih karena diskriminasi masih aja harus diterima sama orang-orang seperti gue :(
Bayangkan aja kalo waktu itu gue menikah sama orang yang juga didiskriminasi seperti gue.Mungkin bawa tentaranya harus 1 kompi

Cina kah Kamu ?

Monday, April 16th, 2007

Ini cerita (semoga bukan) basi yang tertinggal dari perayaan Hari Imlek kemarin. Tumben-tumbennya, malam Imlek, Papa saya datang menjemput, “Kita ke kelenteng yuk !”. Begitu katanya. Saya pun bingung. Karena seumur hidup menjadi penganut Kristen, belum pernah saya sengaja-sengaja pergi ke kelenteng. Kalaupun pernah, itu dulu banget, hanya menemani kakek dari pihak Mama yang memang masih bertradisi sembahyang di kelenteng.

Chinadewa_pintu

Menyimpan rasa penasaran saya, kami pun pergi bersama ; Papa, Mama, Adik saya plus suami saya yang jelas-jelas bukan Cina itu. Parkir jauh-jauh karena khawatir tempat parkir bakal penuh banget. Di luar dugaan, ternyata nggak seramai yang kita kira. Kami pun masuk ke kelenteng. Lumayan banyak yang lagi sembahyang (saingan sama yang dagang-sama banyaknya). Berhubung kami sama sekali tidak bersembahyang, kunjungan kali itu nyaris seperti kunjungan wisata. Mengamati orang-orang, interior kelenteng yang bener2 asing buat kita semua, dan juga suasana yang sedikit agak aneh.

Chinakelenteng3

Nah, yang paling semangat ternyata adalah suami saya (yang bukan Cina itu lho…). Matanya ga berenti mengamati semua yang ada di sekitarnya.
“Itu Dewa apa ya ?”
“Orang itu lagi ngapain ya ?”
“Itu lambang apa ya ?”
Dan, you know what, nggak ada satupun pertanyaannya yang berhasil saya jawab :( Bodohnya gue :(
Saya terlahir sebagai orang Kristen, yah, Cina Kristen yang sama sekali nggak ngerti budaya nenek moyangnya. Yang saya tau cuma kalo imlek dapet angpau, kalo bulan Juni makan bacang, di luar itu, nihil yang saya tau. Mana saya tau (dan peduli) kenapa nenek saya yang juga sudah kristen itu selalu dengan senang hati membuat bacang di bulan Juni ? Mana juga saya tau nama dewa-dewa di kelenteng itu ?

Apakah ini penyangkalan, saya juga ga sadar. Tapi saya inget banget, saat jaman dulu jadi Cina itu kayaknya hina banget. Dipanggil2 “Cina” lah, “Akew” lah, segala macem. Diludahin orang di jalan, dilempar uang logam sama supir angkot, bahkan becak yang saya tumpangin sempet dibalikkan sampai saya dan seorang teman jatuh terjungkal. Mungkin itu juga yang membuat saya jadi males mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan cina-cinaan ya.

Tapi sudahlah, itu kan sudah berlalu, keadaan sudah mulai bersahabat kok, semua getting better. Bahkan orang-orang mulai terpesona liat barongsai, yang selalu laku dimana-mana.

Cuma ada sedikit perasaan nyesel aja, kok nggak satupun pertanyaan suami saya yang bisa saya jawab. Bego banget rasanya. Padahal kan nggak ada salahnya kalau kita tau budaya nenek moyang kita. Meskipun nggak ikut sembahyang, minimal tau dewa apa itu, dewa apa ini, tau sedikit aja kan bisa cerita banyak sama orang-orang. Saya bahkan sempet malu waktu ditanya calon mertua (waktu itu masih calon), “Shasya ini cina-nya dari mana ya?”. Nah, mana saya tau ?. Itu cuma 1 dari sekian pertanyaan yang nggak bisa saya jawab. Menyesalnya saya waktu itu :(

Hamil deh !

Tuesday, April 10th, 2007

Udah jadi kebiasaan orang seneng ngasih nasehat. Ini juga baru hamil pertama, dan baru 4 bulan pula, tapi rasanya banyaaaaaak banget yang pengen di-share. Semoga berguna buat yang lagi hamil juga, atau buat yang pengen tau rasanya hamil, atau yang care aja sama gue, hehe.

1. Morning Sickness
Walaupun namanya morning sickness, nggak berarti hanya menyiksa di pagi hari aja. Temen sekantor gue yang lagi hamil juga, sampe sedia plastik kemanapun dia pergi (termasuk di meja kantornya), gara-gara morning sickness ternyata berlangsung all day long. Gue sendiri termasuk beruntung, nggak terlalu tersiksa sama morning sickness dan mual-mual berkepanjangan. Buat you guys yang selalu mual-mual di pagi hari, akhirnya muntah-muntah, which is bikin bodi nggak enak sepanjang hari, gue punya satu jurus jitu menghindarinya, yaitu JANGAN BANGUN PAGI-PAGI ! Gue udah mencoba sendiri. Kalo you guys nggak kerja, tidur aja sampe agak siangan. Kalo lu kerja (seperti gue), bangun aja pas-pas an. Pas buat mandi, buat salin, dan pergi. Alhasil nggak akan ada waktu buat ngerasain morning sickness. Resep ini udha gue coba sendiri, dan lumayan manjur. Kalo akhirnya harus muntah juga, paling keluarnya malem2 which is nggak terlalu menyiksa karena udahnya bobo !

2. Gas Perut
Waktu baru-baru hamil, gejala yang paling nampak adalah gas perut yang ga brenti-brenti. Kayak masuk angin gitu deh, tapi dengan kadar yang lebih parah. Belum lagi bunyi-bunyinya, seru banget, kayak miara anak kodok dalam perut. Tinggal tambah baling-baling bambu di bokong, wussshh….. gue bisa terbang ke tempat kerja, hehe.
Gas perut ini nggak bisa diakalin dengan apapun juga, minum air panas banyak2 pun, it still there ! Jadi cara termudah adalah memakai kaus dalem, pastikan tidak ada sedikit pun bagian perut yang mengintip keluar, bisa menambah gawat.

3. Sebel
Yang juga ngga bisa gue hindarin waktu pertama-tama hamil adalah sebel sama orang. Untungnya, -tidak seperti sebagian besar perempuan lain-, gue nggak sebel sama suami gue sendiri. Yang ada, gue sebel kalo diajak ngobrol, diajak berbasa-basi, bahkan ditanya2in kabar. Ih males banget deh ! Yang ada pengennya diem, baca buku, denger lagu, yang penting nggak usah ngeladenin omongan orang,hehe. Saran gue, bawa buku kemana-mana, dibaca nggak dibaca, bawa aja. Ini lumayan menahan hasrat orang yang bermaksud mengajak ngobrol.

4. Tidur
Gue seneng banget baca buku “A Girlfriends’ Guide to Pregnancy”, soalnya buku ini membahas awal kehamilan, pertengahan, sampe akhir-akhir masa kehamilan. Bahasanya enak dibaca, nggak menggurui, dan nggak banyak teori. Buku ini bahkan membahas betapa pusingnya saat mulai hami, dan celana-celana keren kita udah mulai pada nggak bisa dipake. Sementara mau pake baju hamil kok nampak kayak mendahului alam. Dalam buku ini juga tercantum, “Orang hamil muda memerlukan banyak tidur. Jadi sebisa mungkin, tidurlah selagi Anda bisa”.

Nah, nasihat sebagus ini sebaiknya tidak diabaikan, kan ? Jadi, kita bobo yuk ! zzzzzzzzzzzzzzzzzz