Archive for May, 2007

Wednesday, May 9th, 2007

Saya kangen sama masa2 bolak balik ke Gramedia hanya untuk melihat ada buku baru yang terbit apa engga. Bermula dari Confession of a Shopahopahollic nya Sophie Kinsella, saya berlanjut dengan Briget Jones nya Helen Fielding, trus Jemima J nya Jane Green, sampe balik lagi ke Sophie Kinsella dengan serian Shopahollic nya.

Confessions_tp

Diary_of_a_mad_bride

Jemima_j_1

Bridget_jones

Setau saya, Gramedia rutin menerbitkan buku-buku itu sekali dalam sebulan. Artinya, setelah gajian, Gramedia adalah my first destination. Kadang buku itu terlambat terbit. Saya pun pulang dengan kecewa.

Mungkin penggemar ChickLit semakin banyak ya. Lama-lama genre nya makin ga jelas. Buku yang ceritanya lebih berjiwa “Harlequin”, eh di cap ChickLit juga. Padahal udah keluar dari jalurnya. Demand yang meluap ternyata membuat penerbit malah jadi ga selektif

Sekarang ini ke Gramedia malah tambah ajaib lagi. Yang namanya buku baru, banyaaakkkk banget. Sambil ga jamin isinya. Saya pernah membeli buku terbitan Gagas Media berhalaman hampir 400 halaman dengan cerita yang membuat saya berpikir kok-berani-beraninya-orang -ini-menulis-buku-dijual-pula. Sebagai catatan aja, beberapa bulan kemudian saya menjumpai nama yang sama di jejeran buku terbitan terbaru Gagas Media. Artinya, sekali lagi Gagas menerbitkan buku yang ga jelas.
Oh my God. Bukan berarti Gagas Media nggak sukses memilih penulis lho.
Ga kok. Buat saya Test Pack, Traveler’s Tale, Jomblo, Kambing Jantan, dan banyak buku lainnya terbitan Gagas merupakan karya lokal terbaik (dan membuat saya terheran-heran kok bukan Gramedia yang ‘nemuin’ penulis2 hebat itu).

Ada juga buku yang katanya diambil dari blog seorang remaja cewek. Sebagai seorang blog walker, tanpa mikir 2 kali, langsung saya beli tu’ buku. Hasilnya ? Garing-segaring-garingnya. Masih banyak blogger lain yang bisa nulis lebih asyik dari itu. Penerbitnya aja kali yang ga selektif….

Oke, memilih buku sekarang hampir seperti memilih fim. Nama siapa yang ada di balik layar ?
Steven Spielberg ? atau Nia DiNata ?
Jadi, filmnya (hampir) pasti bagus toh ?
Nggak begitu dengan buku.
2 bulan yang lalu saya beli buku novelis idola (iya, lokal). Isinya ? Seperti yang mau jualan. Produk sponsornya disebut-sebut mulu sampai eneg. Sebenernya penulis itu mau jualan buku, atau jualan es krim ?

*sigh*

Berapa Lama Waktunya ?

Tuesday, May 1st, 2007

Pernahkah you guys berpikir, berapa lama lagi waktu yang kita punya untuk mengerjakan beberapa hal yang udah jadi target kita ? Nggak usah mikir aneh-aneh dulu. Saya belum mau mati. Dan yakin, belum akan mati dalam waktu dekat. Pendeknya, ini bukan soal hidup dan mati.

2 hari ini saya sedang galau. Memikirkan betapa sempitnya waktu dibandingkan dengan target kerjaan yang ibaratnya kok kayak mati satu tumbuh seribu.

Sekarang sudah tak sama dengan dulu kan ? Dulu bisa pontang panting ngerjain beberapa kerjaan sekaligus biarpun sambil lari-lari ke lantai 6 segala. Sekarang, kebelet pipis aja harus jalan pelan-pelan. Hidup dan body kan bukan milik pribadi lagi, ada si baby yang juga harus saya pikirin.

Umur si baby di dalem perut udah mau lima bulan. Berarti “umur” saya berkarya sebelum jadi seorang ibu adalah hanya 4 bulan ke depan. Apa yang bisa saya kerjain “hanya” dalam 4 bulan ke depan ? Sementara banyak proyek baru yang pingin saya ‘telorin’.

Belum pernah saya merasa ‘down’ seperti yang saya rasakan 1 minggu yang lalu. Pinggang saya sakit setengah mati, sampe ga bisa jalan. Kemana-mana digendong suami, bahkan ke toilet pun begitu. Krisis identitas ? Mungkin iya. Kalau sebelumnya biasa mondar-mandir kesana kemari sendiri, sekarang ternyata ga bisa begitu lagi.

It’s not that I hate my pregnancy. Nggak, nggak begitu. I love the baby so much bahkan sebelum lihat wajahnya. I’m grateful.

Tapi apa cukup 4 bulan untuk berkarya ? Apa cukup 4 bulan untuk membuktikan bahwa kapasitas saya masih seperti dulu ?