Archive for September, 2007

Terlalu Cepat

Sunday, September 30th, 2007

Hidup memang tidak pernah terduga. Rencana boleh disusun, pemikiran matang boleh ditetapkan sebelumnya. Tapi pada kenyataan, belum tentu rencana dan pemikiran matang kita yang akhirnya bergulir. Makanya saya jarang sekali menyusun rencana. Hidup saya lebih seperti sungai. Mengalir. Kadang lambat, kadang deras. Kadang tenang, kadang dipenuhi kerikil. Kerikil lembut, kerikil tajam.

Ada juga akar akar rambat yang seringkali menjerat kaki untuk melangkah. Membuat saya ‘stuck’ di sebuah moment, di sebuah memori, seringkali tentunya, di sebuah relasi dengan manusia lain.

Kira-kira 1 tahun yang lalu, sebuah keputusan besar bulat saya ambil. Menikah. Saat itu semuanya seperti dimudahkan. Restu orang tua, calon suami saya yang super baik hati dan penyabar, dan segala macam pernak-pernik pernikahan. Meskipun berbeda suku, tidak ada masalah berarti yang terjadi dalam persiapan pernikahan kami. Semua berjalan mulus saja. Tidak pula ada keributan yang konon sering terjadi pada pasangan yang akan menikah.

Sebulan menikah, saya dinyatakan hamil. Perasaan saya waktu itu ? Senang dan excited. Dalam 9 bulan ke depan, I will be a mom of someone. Suami saya waktu itu tentu tak kalah senangnya.

Menjalani hamil selama 9 bulan, berbagai gejala saya lewati. Mual-mual ringan, pusing berat, gatal di perut, semua saya lewati dengan baik-baik.

Ada beberapa saat dimana saya masih sempat berpikir apakah saya siap menjalani kehamilan ini dalam 9 bulan ke depan? Sementara menyesuaikan diri dengan kehidupan pernikahan aja rasanya saya belum katam.

Seringkali saya mendapatkan diri berpikir, apakah ini semua sungguhan? Saya menikah? How come? Is this the real me? Belum selesai dengan pikiran-pikiran iseng itu, seorang calon bayi sudah bersemayam dengan penuh hangat di perut saya. Yep, another new thing is coming ! Ready or not, the baby’s coming….

9 bulan ternyata bukanlah penantian yang sangat panjang. Persis 2 minggu yang lalu, seorang bayi terlahir dari rahim saya. Ya, saya sekarang bukan hanya seorang istri, saya sudah jadi ibu.

It’s a miracle, a blessing. Sebuah berkat yang tak terkatakan indahnya. Bukan hanya untuk saya, tapi untuk seluruh keluarga besar saya dan suami.

Di sela tawa senang keluarga, diam-diam saya kembali mendapatkan diri merenung.

I love my baby, a lot. I love my husband also. The thing is I’m not sure I love my life. Dengan semua berkat yang dicurahkan sejak 1 tahun lalu, saya merasa roda hidup ini berputar terlalu kencang buat saya.

Sungguh, ini terlalu cepat. Tapi pilihan bukanlah lagi hak saya. Melompat keluar dari ‘kereta’ ini must be hurt, and that’s not what I want. Sementara melambatkan lajunya juga bukanlah hak saya. Satu-satunya pilihan adalah tinggal di dalamnya, melakukan segala sesuatu demi mendapatkan yang terbaik. For me, for my beloved husband, and for our baby.

Some Facts

Friday, September 28th, 2007

1.  Ternyata melahirkan dengan operasi caesar itu membuat you guys ga bisa mandi for few days. Dan ga bisa keramas juga. Jadi lupakan saja membawa toiletries lengkap seperti mau berlibur ke pantai. You guys wont have a chance to use it. Tissue basah malah jauh lebih berguna J

  1. Dan lupakan saja kisah romantis bahwa semua akan dilalui berdua saja dengan suami. Berkumpul bareng-bareng semua keluarga ternyata juga menyenangkan in some unique way. Di malam kedua di Rumah Sakit, saya bahkan ditemani Romario, adik laki2 saya, which is so nice of him, taking care of his sister, lumayan membuat terharu. Malem itu dia asyik main Lembangaug21st04counter strike sendirian, dan kemudian asyik mencoba berbagai posisi tidur yang teuteup aja ga enak. Di rumah sakit gitu loh ! Hebatnya, dia sama sekali nggak mengeluh, bahkan nggak menunjukkan muka kesel ato bosen. Besoknya, he stayed at the hospital as long as he could. Love you so much, De !

  1. Kalau boleh memberi pengandaian, nampaknya melahirkan dengan cara normal adalah seperti dibunuh sekaligus, sementara melahirkan melalui operasi Caesar hampir sama dengan dibunuh secara perlahan-lahan. Haha, enak pertamanya doang, ga usah rusuh-rusuh ke Rumah Sakit, ga usah mules-mules, dan ga usah menyiapkan begitu banyak energi. After that, welcome to the jungle ! . Walaupun sebentar, sakitnya cukup membuat saya kepingin meraung-raung sambil menonjok sapa aja yang berani mengguncang ranjang walaupun sedikit.

  1. Ternyata, musuh terbesar orang yang baru aja menjalani operasi Caesar adalah : Batuk ! Haha…. Saya nggak pernah menduga that a cough could kill you !

  1. Music heals. That’s true ! Waktu pas kerasa sakitnya, I’m dying just to hear some music.

  1. Menjalani operasi Caesar dengan niat terencana ternyata cukup membuat para suster bertanya-tanya. “Kenapa dioperasi Bu ? Tidak ada bukaan ?

    Ada kelainan?”. Pertanyaan yang senantiasa ditanyakan oleh semua suster yang bergantian ‘melawat’ saya di kamar. Don’t they know that having section caesaria nowadays is a choice ? , bukan hanya jalan alternative saat melahirkan normal sudah tidak memungkinkan lagi.

Pesta Siapa Nih ?

Friday, September 7th, 2007

Setelah postingan ga penting mengenai gembulnya saya makan di Wendy’s, What came in my thought this morning kayaknya lumayan penting buat ditulis hari ini.

Kemaren sempet ngobrol sama seorang temen yang cerita betapa ribetnya waktu nyiapin pernikahan. Selain berantem sama pasangannya, si temen juga sempet bersitegang gara2 sang ayah menolak keras memakai beskap yang udah disediain sebagai seragam dengan bapak mertuanya. Ya iyalah ga lucu amat, mertua pake beskap sementara bapaknya ngotot pake jas. Kok keliatan amat ga kompaknya.

MarriageMengingat cerita terdahulu tentang pernikahan seorang teman, saya teringat juga gimana si temen saya itu misuh-misuh bete gara-gara orang tuanya ga approve sama sekali soal konsep pesta yang dia rencanain. Pesta kebun dengan suasana santai (Like what I had on my wedding day) adalah konsep yang dia udah rencanain sekian lama. Pas waktu persiapan pernikahan tiba, orang tuanya ngotot menolak ide itu dengan alasan pernikahan SEPANTASNYA diadakan di gedung, dimana tersedia parkir luas, dan undangan mudah datang, termasuk orang-orang yang sudah memasuki usia lanjut. Akhirnya, dengan sangat terpaksa, temen saya mengikuti keinginan orang tuanya. Pesta kebun yang diimpi-impikan, terpaksa dilupakan begitu saja.

Satu lagi,  masalah tanggal dan hari. Ada lho teman saya yang ‘dipaksa’ menikah di hari yang ditentukan orang tuanya. "Cuma hari ini yang bagus untuk kamu menikah, selain ini, jangan harap !"

Gila aja kalo rencana pernikahan begitu harus dipaksakan pada hari tertentu. Apa seluruh sisa hidup kita bergantung sama satu hari itu ? Yang bener ajalah. Buat saya, hari yang baik untuk menikah adalah semua hari, tinggal pilih aja. Pilihan weekend, tentu lebih logis mengingat undangan ga terlalu padat beraktivitas.

Jadi, saudara-saudara, pada intinya adalah, karena pentingnya pernikahan itu buat setiap orang, so everyone should get her/his right to have what they really want. Not their parents, or who ever.

Susahnya, di budaya kita, pesta pernikahan lebih merupakan hajat orang tua ‘menikahkan putra-putrinya’. Bukan merupakan celebration bagi sebuah pasangan untuk ‘meresmikan’ hubungan mereka. Makanya ga bisa dihindari, yang sering diadakan adalah pesta sesuai dengan konsep orang tuanya.

56030Sering banget tuh, saya pergi undangan pernikahan teman, tapi yang bertebaran di tempat undangan adalah oom-oom dan tante-tante which are tamu-tamu dari orang tuanya. Sementara temen-temen sebaya, paling ga lebih dari 10% nya. Jadi sapa yang kawin nih ? Ortunya atau anaknya ?

Wendy’s (LAGI !!!)

Friday, September 7th, 2007

Kemarin gue berhasil mengajak si suami ke Wendy’s (lagi). Abis, udah kebayang2 mau makan si broccoli n cheese itu lho.

Ternyata Wendy’s penuh dong, sepenuh-penuhnya tuh !

Padahal udah malem. Hari biasa pula.

Ngantrii…..

Sambil ngiler liat orang makan broccoli n cheese.

Pas nyampe depan kasir, eh broccoli n cheese nya abis !!

Nyebelin banget kann…

Akhirnya sambil menunggu kentangnya dibakar lagi (kata kasirnya bakalan lama), gue makan burger dan waffle fries, hehe…

Setelah burger dan waffle nya abis, broccoli n cheese nya udah mateng, siap disantap, hehe….